Skip to main content

flu bisa menular melalui handphone

Flu Bisa Menular Melalui Ponsel Telepon seluler alias ponsel kini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang. Tetapi, tahukah Anda bahwa ponsel yang jadi andalan untuk berkomunikasi dan mencari informasi itu juga bisa membuat kita sakit flu.

 Virus influenza sangat mudah menular melalui udara, karena itulah selain lebih sering mencuci tangan dengan sabun, membersihkan ponsel di musim flu wajib dilakukan sebagai tindakan pencegahan. "Ponsel sebenarnya 10 kali lebih kotor dari dudukan toilet," kata Chuck Gerba, profesor mikrobiologi dari Universitas Arizona. Mengapa ponsel bisa menyimpan kuman? Ternyata masalahnya adalah tangan kita yang kotor setelah menyentuh berbagai permukaan lalu tanpa mencuci tangan langsung menyentuh ponsel.

Dalam percobaan yang dilakukan Gerba ia meletakkan virus flu dalam pegangan pintu di sebuah gedung kantor untuk mengetahui seberapa cepat virus itu menyebar. "Jika Anda tidak meminjamkan ponsel itu pada orang lain jangan khawatir karena kumannya hanya dari Anda sendiri.

angan orang di kantor itu akan terpapar virus yang sama dalam waktu satu jam," katanya. Sayangnya menjaga kebersihan ponsel termasuk gampang-gampang susah. Jika kita membersihkan cuma dengan lap basah, tak akan bisa menghilangkan bakteri, kuman, atau virus.

 Selain itu kebanyakan produsen ponsel tidak merekomendasikan penggunaan bahan yang lebih kuat seperti pembersih rumah tangga atau cairan berbahan alkohol untuk membersihkan ponsel.

ra rutin meski sebenarnya dalam ponsel terkandung kuman yang terbawa dari toilet, ruangan, atau kendaraan umum. Untuk mengurangi paparan kuman dari ponsel, memang disarankan untuk lebih sering menggunakan perangkat hands-free.

 Selain itu hindari menggunakan ponsel di dalam toilet. Penggunaan pembersih berbahan alkohol sebenarnya cukup efektif untuk menghilangkan kuman tetapi bisa merusak lapisan ponsel. Beberapa produsen kini sudah mulai mengembangkan produk pembersih yang didesain khusus untuk perangkat elektronik. sumber:sudahkah kamu tahu?

Comments

Popular posts from this blog

cara pengucapan amin yang benar

~~~ SELINGAN ~~~ >>> MOHON DIPERHATIKAN KESALAHAN PENULISAN 'AMIN' Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi : Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan makna kata “AMIN” yaitu : 1. ”AMIN” (aliF dan mim sama-sama pendek),artinya AMAN, TENTRAM. ... 2. “AAMIN” (alif panjang & mim pendek),artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN. 3.”AMIIN” (alif pendek & mim panjang),artiny a JUJUR TERPERCAYA. 4.“AAMIIN” (alif & mim sama-sama panjang),artiny a YA RABB,KABULKANLA H DOA KAMI. Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan “ Amien“ ??? Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do’a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra) Smoga bermanfaat... Met menuanaikan ibadah sholat Ashar :) V3

Fenomena Mayat di Atas Kubah Masjid NABAWI

Subhanallah, Fenomena Mayat di Atas Kubah Masjid NABAWI bukti Kebesaran Allah SWT Terakhir ada seorang manusia yang memanjat kubah hijau Masjid Nabawi ... untuk dihancurkan, lalu disambar petir secara tiba-tiba dan mati. MAYATNYA MELEKAT PADA KUBAH HIJAU TERSEBUT DAN TIDAK DAPAT DITURUNKAN SAMPAI SEKARANG. Syekh Zubaidy, ahli sejarah Madinah menceritakan ada seorang soleh di kota Madinah bermimpi, dan terdengar suara yang mengatakan “Tidak ada satu orang pun yang dapat menurunkan mayat tersebut, agar orang yang belakangan hari dapat mengambil, i’tibar”. Hingga sekarang mayat tersebut masih ada dan dapat disaksikan langsung dengan mata kepala. Bagi yang tidak dapat berkunjung ke sana dapat mengakses internet google “Ada Mayat di atas Kubah Masjid Nabawi” SEJARAH Sejarah bercerita, ketika Nabi sampai di Madinah, pertama sekali dikerjakan Nabi Saw adalah membangun Masjid Nabawi dengan membeli tanah seharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yati...

Kisah Uang 1000 dan 100.000

Uang kertas Rp.1000 dan Rp.100.000 sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama di cetak serta diedarkan oleh Bank Indonesia. Secara kasat mata mereka memang tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Secara bersamaan mereka dibuat, keluar dan beredar di tengah-tengah masyarakat melalui Bank Indonesia. Beberapa bulan kemudian, secara tidak sengaja mereka bertemu di salah satu dompet seorang anak muda. Kemudian, terjadilah percakapan diantara mereka, Rp.100.000 bertanya kepada Rp.1000. “Kenapa badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau?!”. Lalu di jawab oleh uang Rp.1000, “Karena, setelah aku keluar dari Bank, aku langsung berada di tangan orang-orang bawahan. Dari tukang becak, tukang ojek, tukang parkir, penjual sayur, penjual ikan, bahkan sampai di tangan pengemis”. Lalu uang Rp.1000 bertanya kembali kepada Rp.100.000. “Kenapa kamu masih tampak kelihatan seperti masih baru, rapi dan bersih??”. Di jawab oleh uang Rp.100.000. “Karena begitu aku keluar dari bank, aku langsung di sambu...