Letusan
Gunung Toba merupakan
letusan gunung berapi yang
paling dahsyat yang pernah
diketahui di planet Bumi ini, para
... ahli arkeolog dunia mengklaim
bahwa gunung toba meletus
sekitar 74.000 tahun yang lalu.
Letusan ini hampir memusnahkan
generasi umat manusia di planet
Bumi, diperkirakan lebih dari 80%
manusia di dunia tewas, dan
hanya sedikit yang selamat.
Kedahsyatan letusan gunung Toba
memang sangat terkenal dan
merupakan 3 besar letusan
volcano terdahsyat di planet bumi.
Dan dikabarkan juga matahari
sampai tertutup selama 6 tahun.
"Lalu, benarkah opini Dunia bahwa
Gunung Toba adalah penyebab
Zaman Es?"
Beberapa tahun lalu sekelompok
peneliti dibawah pimpinan Greg
Zielinski, peneliti dari Universitas
New Hampshire, Amerika,
melakukan penelitian di Greenland,
Kutub Utara. Tim Zielinski
mempelajari umur lapisan es yang
terbentuk di kutub.
Dari penelitian itu, mereka
mendapati pola perubahan
temperatur es bumi secara global
dalam kurun waktu yang cukup
lama. Yang mengejutkan mereka
dari penelitian itu adalah, pada
suatu saat sekitar 74.000 tahun
lalu, ada lonjakan besar
kandungan sulfat di atmosfer,
yang mengakibatkan terjadinya
(penurunan temperatur bumi
secara drastis).
Lonjakan penurunan itu terjadi
hampir 40 kali dari kondisi normal.
Dari informasi itu mereka
memperkirakan bahwa ada
kejadian global yang menjadikan
kandungan sulfat di atmosfir
sangat besar sampai kurang lebih
2-4 ribu megaton H2SO4 (asam
sulfat) di atmosfir.
Kejadian global yang dahsyat itu
membentuk awan kuning yang
menutupi hampir seluruh
permukaan bumi, menjadikan
sinar matahari tidak bisa
menembus. Dan akhirnya terjadi
penurunan temperatur bumi.
Pada saat yang sama mahluk
hidup, binatang dan tumbuhan
mati. Tim Zielinski bertanya-tanya
kejadian apa pada 74.000 tahun
lalu, dan dimana terjadinya di
bumi?.
Sementara Michael Rampino
seorang ahli geologi dari
University of New York, meneliti
temperatur bumi dari kondisi
geologis tanah. Dia meneliti pola
temperatur sejak ribuan tahun
yang lalu berdasarkan material
geologi. Dari penelitian itu ia
mendapati, pada suatu saat, ada
penurunan temperatur bumi
sebesar 5 derajat celcius dalam
beberapa tahun.
Dalam keadaan normal, penurunan
temperatur sebesar itu terjadi
dalam kurun waktu ribuan tahun.
Dari data ini ia menyimpulkan
bahwa ada kejadian dahsyat luar
biasa yang menyebabkan
terjadinya penurunan temperatur
secara luar biasa.
Lalu Michael Rampino menghitung
kapan peristiwa luar biasa itu
terjadi, dan ia sampai pada suatu
angka, bahwa terjadi ledakan
super dahsyat pada 74.000 tahun
lalu.
Pertanyaan selanjutnya adalah
ledakan apa yang sedemikian
dahsyat di bumi dan dimana
persisnya kejadiannya?. Baik Greg
Zielinski dan Michael Rampino,
sampai pada suatu pertanyaan
yang sama, dimana ledakan super
dahsyat 74.000 tahun lalu itu?
Ini dia jawabannya!
Seorang ahli vulkanologi di
Universitas Toronto, Canada, John
Westgate, dia adalah ahli yang
bisa menentukan dari mana asal
suatu material vulkanik. Ketika
dalam bagian penelitiannya, ia
mendapatkan material vulkanik
dari Eropa, tapi ia menemukan
bahwa material vulkanik yang
sangat berbeda dari apa yang dia
ketahui di Eropa. Maka ia mencoba
mencocokkan apakah material itu
berasal dari pegunungan Laki di
Eropa, ternyata setelah diteliti,
material itu tidak dari Gunung
Laki.
Sementara itu seorang ahli lain,
Craig Chesner, sedang melakukan
penelitian di sekitar Danau Toba. Ia
terheran-heran dengan bentuk
danau dan kedalaman air di danau.
Ia kemudian menemukan lapisan
debu vulkanik yang sangat tebal di
bukit-bukit sekitar Danau Toba.
Chesner kemudian mengirimkan
contoh debu vulkanik tersebut
kepada John Westgate di Toronto.
John Westgate, meneliti debu
vulkanik kiriman chesner, dan
ternyata sama dengan yang dia
teliti dari Eropa.
Pertanyaan Rampino dan
pertanyaan Zielinski, ternyata
mengarah pada temuan John
Westgate. Bahwa telah terjadi
ledakan super dahsyat 74.000
tahun lalu di Sumatera, tepatnya di
lokasi Danau Toba sekarang,
sebagaimana temuan Chesner.
- - - - - -
Ledakan itu sedemikian dahsyat
sehingga debunya mencapai
Afrika dan daratan Cina serta
Eropa. Diperkirakan material
vulkanik yang dimuntahkan dari
Toba lebih dari 2.000 km kubik
magma. Ini lebih dari 4.000 kali
jumlah yang dikeluarkan oleh
Gunung Pinatubo di Philippina
tahun 1991. Tinggi awan debu
Toba diperkirakan lebih dari 50
kilometer.
Konon siklus ledakan vulkanik
Toba, bisa terjadi sekali dalam
400.000 tahun, jadi kira-kira
326.000 tahun dari sekarang. Jika
ledakan sedahsyat 74.000 terjadi
sekarang, sungguh tak bisa
dibayangkan, berapa banyak
nyawa yang melayang, mungkin
50% penduduk Asia Lenyap!!.
letusan gunung berapi yang
paling dahsyat yang pernah
diketahui di planet Bumi ini, para
... ahli arkeolog dunia mengklaim
bahwa gunung toba meletus
sekitar 74.000 tahun yang lalu.
Letusan ini hampir memusnahkan
generasi umat manusia di planet
Bumi, diperkirakan lebih dari 80%
manusia di dunia tewas, dan
hanya sedikit yang selamat.
Kedahsyatan letusan gunung Toba
memang sangat terkenal dan
merupakan 3 besar letusan
volcano terdahsyat di planet bumi.
Dan dikabarkan juga matahari
sampai tertutup selama 6 tahun.
"Lalu, benarkah opini Dunia bahwa
Gunung Toba adalah penyebab
Zaman Es?"
Beberapa tahun lalu sekelompok
peneliti dibawah pimpinan Greg
Zielinski, peneliti dari Universitas
New Hampshire, Amerika,
melakukan penelitian di Greenland,
Kutub Utara. Tim Zielinski
mempelajari umur lapisan es yang
terbentuk di kutub.
Dari penelitian itu, mereka
mendapati pola perubahan
temperatur es bumi secara global
dalam kurun waktu yang cukup
lama. Yang mengejutkan mereka
dari penelitian itu adalah, pada
suatu saat sekitar 74.000 tahun
lalu, ada lonjakan besar
kandungan sulfat di atmosfer,
yang mengakibatkan terjadinya
(penurunan temperatur bumi
secara drastis).
Lonjakan penurunan itu terjadi
hampir 40 kali dari kondisi normal.
Dari informasi itu mereka
memperkirakan bahwa ada
kejadian global yang menjadikan
kandungan sulfat di atmosfir
sangat besar sampai kurang lebih
2-4 ribu megaton H2SO4 (asam
sulfat) di atmosfir.
Kejadian global yang dahsyat itu
membentuk awan kuning yang
menutupi hampir seluruh
permukaan bumi, menjadikan
sinar matahari tidak bisa
menembus. Dan akhirnya terjadi
penurunan temperatur bumi.
Pada saat yang sama mahluk
hidup, binatang dan tumbuhan
mati. Tim Zielinski bertanya-tanya
kejadian apa pada 74.000 tahun
lalu, dan dimana terjadinya di
bumi?.
Sementara Michael Rampino
seorang ahli geologi dari
University of New York, meneliti
temperatur bumi dari kondisi
geologis tanah. Dia meneliti pola
temperatur sejak ribuan tahun
yang lalu berdasarkan material
geologi. Dari penelitian itu ia
mendapati, pada suatu saat, ada
penurunan temperatur bumi
sebesar 5 derajat celcius dalam
beberapa tahun.
Dalam keadaan normal, penurunan
temperatur sebesar itu terjadi
dalam kurun waktu ribuan tahun.
Dari data ini ia menyimpulkan
bahwa ada kejadian dahsyat luar
biasa yang menyebabkan
terjadinya penurunan temperatur
secara luar biasa.
Lalu Michael Rampino menghitung
kapan peristiwa luar biasa itu
terjadi, dan ia sampai pada suatu
angka, bahwa terjadi ledakan
super dahsyat pada 74.000 tahun
lalu.
Pertanyaan selanjutnya adalah
ledakan apa yang sedemikian
dahsyat di bumi dan dimana
persisnya kejadiannya?. Baik Greg
Zielinski dan Michael Rampino,
sampai pada suatu pertanyaan
yang sama, dimana ledakan super
dahsyat 74.000 tahun lalu itu?
Ini dia jawabannya!
Seorang ahli vulkanologi di
Universitas Toronto, Canada, John
Westgate, dia adalah ahli yang
bisa menentukan dari mana asal
suatu material vulkanik. Ketika
dalam bagian penelitiannya, ia
mendapatkan material vulkanik
dari Eropa, tapi ia menemukan
bahwa material vulkanik yang
sangat berbeda dari apa yang dia
ketahui di Eropa. Maka ia mencoba
mencocokkan apakah material itu
berasal dari pegunungan Laki di
Eropa, ternyata setelah diteliti,
material itu tidak dari Gunung
Laki.
Sementara itu seorang ahli lain,
Craig Chesner, sedang melakukan
penelitian di sekitar Danau Toba. Ia
terheran-heran dengan bentuk
danau dan kedalaman air di danau.
Ia kemudian menemukan lapisan
debu vulkanik yang sangat tebal di
bukit-bukit sekitar Danau Toba.
Chesner kemudian mengirimkan
contoh debu vulkanik tersebut
kepada John Westgate di Toronto.
John Westgate, meneliti debu
vulkanik kiriman chesner, dan
ternyata sama dengan yang dia
teliti dari Eropa.
Pertanyaan Rampino dan
pertanyaan Zielinski, ternyata
mengarah pada temuan John
Westgate. Bahwa telah terjadi
ledakan super dahsyat 74.000
tahun lalu di Sumatera, tepatnya di
lokasi Danau Toba sekarang,
sebagaimana temuan Chesner.
- - - - - -
Ledakan itu sedemikian dahsyat
sehingga debunya mencapai
Afrika dan daratan Cina serta
Eropa. Diperkirakan material
vulkanik yang dimuntahkan dari
Toba lebih dari 2.000 km kubik
magma. Ini lebih dari 4.000 kali
jumlah yang dikeluarkan oleh
Gunung Pinatubo di Philippina
tahun 1991. Tinggi awan debu
Toba diperkirakan lebih dari 50
kilometer.
Konon siklus ledakan vulkanik
Toba, bisa terjadi sekali dalam
400.000 tahun, jadi kira-kira
326.000 tahun dari sekarang. Jika
ledakan sedahsyat 74.000 terjadi
sekarang, sungguh tak bisa
dibayangkan, berapa banyak
nyawa yang melayang, mungkin
50% penduduk Asia Lenyap!!.
Comments
Post a Comment